Selasa, 22 Juli 2014 | 22:28 WIB
Follow Us: Facebook twitter
PKB: Jangan Korbankan Bangsa Demi Uang
Oleh :
Pemilu 2014 - Senin, 10 Maret 2014 | 20:01 WIB

INILAHCOM, Jakarta - Kurang lebih sebulan lagi pemilihan legislatif (pileg) 2014 digelar. Hampir seluruh calon legislatif (caleg) sudah pasang kuda-kuda untuk meraih simpati rakyat.

Ketua DPP Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Marwan Jafar mengajak kepada seluruh warga negara melakukan gerakan nasional menuju Pileg dan Pilpres 2014 yang bersih, jujur, adil, bermartabat, dan bebas dari kecurangan.

Selain itu, Marwan juga mengajak semua masyarakat agar dalam memilih caleg dan capres bukan karena faktor uang maupun popularitasnya semata, tetapi harus berdasarkan jejak rekam, integritas dan kapabilitas yang sudah teruji.

"Sehingga akan terwujud lembaga parlemen yang kredibel, para wakil rakyat yang bisa diandalkan serta presiden yang mampu membawa Indonesia menjadi lebih beradab," ujar Marwan kepada wartawan, Jakarta, Senin (10/3/2014).

Marwan meminta agar masyarakat tidak mau suaranya dibeli dengan uang dan mengorbankan nasib bangsa ini lima tahun ke depan. "Tolak politik uang dan kampanyekan politik kebangsaan. Mari kita kampanyekan “Gerakan Pemilu Bersih” untuk mencari wakil dan presiden," tambah Marwan.

Selain itu, Marwan juga mengajak seluruh masyarakat untuk tidak golput (golongan putih) dalam Pemilu 2014. Suara pemilih sangat menentukan arah negeri ini di masa mendatang. "Saatnya masyarakat menjadi pemilih yang cerdas dan bertanggung jawab. PKB siap menjadi pioner Gerakan Indonesia untuk Pemilu Bersih," tegas Ketua Fraksi PKB itu.

Sebab, lanjut Marwan, adanya liberalisme politik memicu pertarungan antar-caleg tak ubahnya seperti pasar bebas. Antar caleg saling berlomba guna mendulang suara dengan menghalalkan segala cara demi menjadi anggota DPR maupun DPRD, tanpa menyampaikan visi dan misi yang jelas.

"Implikasinya terjadinya kesenjangan antara yang diwakili (rakyat) dengan yang mewakili (wakil rakyat) yang diakibatkan tingginya pragmatisme politik," lanjutnya.

Akibatnya, para caleg yang punya integritas dan kapabilitas seringkali dikalahkan oleh caleg yang memiliki modal dan kapital besar. Alhasil politik uang (money politics) menjadi jalan pintas dan dianggap satu-satunya cara untuk jadi seorang anggota DPR. "Tentu ini persoalan serius yang harus segera diakhiri demi lahirnya demokrasi sejati," demikian Marwan. [rok]

Komentar
Belum ada komentar untuk berita ini.
Kirim Komentar
Silahkan isi kode keamanan berikut

Komentar akan ditampilkan di halaman ini, diharapkan sopan dan bertanggung jawab. INILAH.COM berhak menghapus komentar yang tidak layak ditampilkan. Gunakan layanan gravatar untuk menampilkan foto anda.
SUARA ANDA
  • Nida Haar @ Selasa, 22 Juli 2014 | 13:35 WIB
    Kelompok golput memperoleh suara terbanyak. Jadi pemenangnya adalah GOLPUT
  • m @ Senin, 21 Juli 2014 | 04:36 WIB
    jangan banyak komentar...prabowo memang sudah kalahhhhhhh...
  • m @ Senin, 21 Juli 2014 | 04:34 WIB
    jangan banyak komentar...prabowo memang sudah kalahhhhhhh...
  • makrup salam @ Senin, 21 Juli 2014 | 04:26 WIB
    wahai pendukng prabowo sadarlah anda kalahhhh
  • bello @ Minggu, 20 Juli 2014 | 11:50 WIB
    tenang bro, ntar akan ada pilpres pakai sensor sidik jari,,,,,biar gak berulang2 nyoblos,,,,E-KTP aja gagal Rp 6T,,mimpi kaleeee