
INILAH.COM, Jakarta - Rizal Mallarangeng diadukan ke Dewan Pers. Ini gara-gara juru bicara tim kampanye nasional SBY-Boediono, itu dianggap telah melecehkan tabloid Indonesia Monitor. Rizal belum lama ini menyebut tabloid itu sebagai 'comberan'!
"Jadi, saya melihat pernyataan jelas-jelas sangat tendensius, dan melecehkan 'Indonesia Monitor' serta merendahkan profesi kewartawanan," kata pimpinan redaksi tabloid 'Indonesia Monitor' Mulya Siregar di Jakarta Media Center, Jumat (3/7).
Mulya mengatakan dirinya harus mulai menyelamatkan media. Pers itu sendiri harus berjuang, karena kalau mengandalkan penguasa, tidak berjalan kebebasan pers.
Karena itu, Mulya mendatangi Dewan Pers untuk menanyakan, apakah medianya benar-benar comberan, dan sampah. Jika bukan comberan, maka Dewan Pers bisa meluruskan pernyataan Rizal itu.
Selain itu, Mulya mengaku dirinya tidak tahu kenapa Rizal alumni dari salah satu universitas ternama di dalam negeri dan luar negeri, mulutnya agak tajam. "Jadi, perlu disekolahkan dan diajari Dewan Pers. Seharusnya, Rizal mengunakan hak jawabnya ke dewan pers, tapi malah bilang itu tidak perlu dan mengatakan media kami itu," imbuhnya.
Dalam kesempatan kali ini, Mulya bertemu dengan Wakil ketua Dewan Pers Sabam Leo Batubara. Leo mengatakan akan mempelajari semua informasi yang masuk baik dari pihak tabloid 'Indonesia Monitor' dan Rizal. "Kita akan tetap mengunakan UU Pers itu sendiri," ungkap Leo. [bar]