

INILAH.COM, Sidoarjo - Caleg DPR RI dari PAN untuk daerah pemilihan Jawa Timur I, Charles Honoris, kembali menyisir daerah Sidoarjo. Kali ini, Charles mendatangi peternak sapi di Sidoarjo yang berhasil mengolah kotoran sapi menjadi bahan bakar gas (biogas).
Charles pun sangat mendukung apa yang telah dilakukan oleh peternak di daerah Nyamplung, Sidoarjo, itu. Sebab, jika biogas ini diproduksi secara missal, maka kelangkaan elpiji di negara ini bisa teratasi.
"Terlebih lagi bisa memperkecil pengeluaran keluarga untuk membeli minyak tanah atau elpiji," jelas Charles Honoris kepada para peternak, Senin (9/3).
Seharusnya, lanjut Charles, penemuan seperti ini bisa dipercontohkan kepada masyarakat peternakan yang berada di daerah lain. Pria 25 tahu ini juga mendesak pemerintah untuk lebih getol mensosialisasikan bahkan memfasilitasi penggunaan kotoran hewan sebagai energi alternatif.
"Tapi, kelihatannya upaya ini tidak akan mudah, karena banyak kepentingan pihak-pihak tertentu yang akan terancam kalau sampai biogas tersebut bisa menggantikan BBM atau energi alternatif lainnya," ungkapnya.
Ketua Asosiasi Peternak Sidoarjo, Bambang menambahkan, gas semacam ini bisa menggantikan elpiji yang sekarang banyak digunakan oleh rumah tangga untuk memasak. Manfaat lain, kotoran sapi juga bisa dimanfaatkan menjadi pupuk untuk menyuburkan tanah persawahan.
"Jadi bila elpiji jarang dipasaran maka biogas ini bisa dimanfaatkan," tambah Bambang.
Salah seorang peternak Nyamplung pun lantas meyampaikan aspirasinya kepada Charles, supaya jika nanti menjabat tidak lupa memperhatikan nasib peternak.
"Jika nanti mas Charles nanti menjadi wakil rakyat, saya mohon agar pupuk mudah didapatkan dipasaran dan harganya disesuaikan," kata Abidin, 64 tahun, salah satu petani berada dilokasi.
Menanggapinya, politikus berwajah oriental ini berjanji akan terus memperjuangkan nasib para peternak itu. "Ijinkan saya mewakili anda untuk duduk dikursi DPR agar masalah tersebut bisa teratasi," pungkasnya.
Setelah meninjau peternakan didaerah tersebut Charles Honoris juga melihat pusat usaha kecil didaerah itu. [Berita Jatim]