

INILAH.COM, Jakarta - Secara resmi PPP memang tetap berkomitmen mendukung SBY maju kembali di Pilpres 2009. Namun belakangan ini arus bawah partai berlambang Kabah ini mulai menyuarakan dukungan untuk mendukung Sri Sultan Hamengku Buwono X.
"Banyak suara yang menginginkan perubahan yang diteriakkan dari daerah, yang disimbolkan dengan nama Prabowo dan Sri Sultan," kata Ketua DPP PPP Emron Pangkapi di Jakarta, Sabtu (15/11).
Namun semua tetap tergantung hasil Mukernas PPP yang akan dilaksanakan pada awal Desember 2008. Siapa pun nanti yang akan diusung, PPP akan membicarakan tentang pembagian kekuasaan. Sebab, di pemerintahan SBY PPP hanya mendapatkan 2 kursi menteri.
Pembicaraan 'sharing power' juga terbuka untuk Prabowo, Sri Sultan dan tokoh-tokoh lainnya," ujar Emron.
PPP berharap mitra koalisinya jauh-jauh hari membahas dengan Capres soal "sharing power" di eksekutif nanti dan partai berlambang Kabah itu telah menyiapkan nama kader yang layak sebagai RI-2 dan sejumlah nama lainnya untuk di kabinet.
"Kita ingin ikut dalam pemerintahan yang dibangun sejak awal, bukan duduk di pemerintahan berdasar belas kasihan Capres terpilih", katanya. PPP berharap sharing power dilakukan sejak awal dalam usaha menembus peroleh suara partai koalisi diatas 25 persen sebagaimana disyaratkan UU Pilpres. [*/ana]